BSet Tentang Bahasa

• 11/17/2006 - Terbelahnya opini anda dan kamu

BW,

Jangan terlalu jauh dong menafsirkannya. Anggap saja semua interchangeable.

Kalau lagi bikin email untuk temen-temen yang boss (apalagi kalau terbayang muka BW) ... tidak terasa sungkan datang ... apa masih dianggap sopan kalau panggil mereka dengan "kamu".

Dulu saya pernah berpendapat "engkau" itu kasar. Kira-kira sepuluh tahun yang lalu saya dengar teman yang Batak bilang sama ibunya "Engkau tinggallah satu dua hari lagi di Jakarta ... nanti pasti kuantar engkau ke Pulo Gadung."

E ladalah tak lama setelah itu saya temukan lagi... ternyata dalam doa-doa juga kita panggil Tuhan dengan engkau. "Tuhan hanya kepada Engkaulah kami ...."

Jadi engkau itu tidak kasar (masa sih kasar sama Tuhan)... mungkin bikin akrab. Begitu juga mungkin dengan kamu.

BSet

(Dikirim ke milis ITB74, 28 Oktober 2002)

Permanent Link

• 11/17/2006 - Bulan bahasa : influx bhs Indonesia dalam bhs Inggeris

Saya pernah baca dalam suatu tulisan berbahasa Inggeris, suatu frase seperti berikut : "little by little". Penulisnya bukan orang Indonesia. Terbersit kecurigaan bahwa ini adalah terjemahan dari "sedikit demi sedikit." Group musik Oasis sekarang punya lagu baru berjudul Little  by Little.

Lalu dalam suatu surat dari perusahaan asing di Indonesia, ada frase sebagai berikut : "Thank you in anticipation to your good cooperation" atau "Thank you in advance." Mungkinkah ini terjemahan dari "Sebelumnya kami ucapkan terima kasih" atau "Terima kasih sebelumnya."

Dalam suatu iklan dari Amerika ada :"No pain no gain." Mungkinkah ini terjemahan dari "Jer basuki mawa bea."

Pidato orang Afrika akan dimulai dengan "Brothers and sisters ..." Mungkinkah ini pengaruh dari pidato Bung Karno yang sejak dulu yang selalu dimulai dengan "Saudara-saudara ..." Malahan sekarang orang Afro-Amerika selalu memanggil satu sama lain dengan
brother atau sister. Jadi mirip orang Ambon yang saling panggil broer atau zus dengan sesamanya.

Ini suatu ide saja. Bagaimana kalau dalam berhubungan dengan orang luar kita selipkan peribahasa Indonesia yang sudah diterjemahkan. Lihat contoh di bawah. Kalau anda ketawa karena konyolnya ide ini, paling tidak saya sudah menghibur anda.

>> Little by little finaly become a hill
>>>> Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit
(kesamaan bunyi di akhir harus diperhatikan)

>> On a stone the water fall, at the end it has a dimple
>>>> Cikaracak ninggang batu, lila-lila jadi legok

>> United we are strong, breaking up we are down
>>>> Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh

>> One tree fall, a thousand sprout come out
>>>> Mati satu tumbuh seribu

Ada yang mau menambahkan ?

Saya pernah baca di satu posting milis ini, katanya ada yang punya terjemahan tepat untuk Tut Wuri Handayani.

BSet

(Dikirim ke milis ITB74, 8 Oktober 2002)

Permanent Link

• 11/17/2006 - Bulan bahasa : influx kata bhs Indonesia dalam bhs asing

 >> Amok
Berarti ada orang yang mengamuk di tempat ramai (pasar misalnya) tanpa alasan yang jelas.

>> Orang utan
Sejenis primata khas Kalimantan Indonesia


Dalam bahasa Belanda :

>> toko
"Het is jouw toko" artinya "That is your business. Itu urusanmu."

>> binatang
Berkelakuan kejam. "Hij is binatang."

Ada yang bisa menambahkan ?

BSet

(Dikirim ke milis ITB74, 23 Oktober 2002)

Permanent Link

• 11/17/2006 - Lagi-lagi Amsal

JBD,
Kalau saya perhatikan, tidak ada pejabat, tokoh masyarakat, ilmuwan, selebritis ataupun penulis (sastrawan atau tidak) yang membuat amsal baru yang kontekstual untuk memperkaya bahasa kita.

Jadi kita gali lagi saja amsal lama, dan mencari relevansinya dengan jurusan-jurusan yang ada di ITB.


ARSITEKTUR
Besar pasak daripada tiang
Artinya : bangunannya jadi tidak arsitektonik, tidak proporsional.

ASTRONOMI
Bagai pungguk merindukan bulan
Artinya : pungguk belum tahu lintasannya sendiri. Untuk catatan, pungguk adalah nama burung, bukan nama planet atau meteor ataupun komet.

BIOLOGI
Bagai srigala berbulu domba
Artinya : rekayasa genetik sudah ada sejak dulu.

FARMASI
Bagai jamur di musim hujan
Artinya : musim hujan adalah waktu yang tepat untuk memasarkan obat anti jamur (misalnya Canesten)

GEOFISIKA METEOROLOGI
Kering oleh kemarau setahun menjadi hilang oleh hujan sehari
Artinya : Terjadi irregularity cuaca. Dalam ramalan seharusnya musim kemarau, tetapi turun hujan lebat juga.

GEOLOGI
Bagai kerapu di atas batu, hidup tak hendak, mati tak mau.
Pokoknya ada kata "batu", jadi mesti geologi.

INFORMATIKA
Bad news travel fast
Artinya : kabel bisa membuat perlakuan diskriminatif pada informasi yang lewat di dalamnya.

KIMIA
Bagai minyak dengan air.
Artinya : tidak bisa bercampur, tidak bisa jadi koloid.

MESIN (jurusan logam)
Arang habis besi binasa.
Artinya : pura-pura membakar besi, padahal cuma membakar arang, sedangkan besinya ditilep.

PLANOLOGI
Kalau tidak ada berada, masakan tempua bersarang rendah
Artinya : semua lahan sudah ada peruntukannya, ada untuk industri, ada untuk niaga, ada untuk pertanian, ada untuk rumah dan ada juga untuk sarang tempua. Jangan sampai salah. BTW, tempua itu apaan sih ?

SENI RUPA
Buruk rupa cermin dibelah
Ini adalah cara pelukis aliran kubisme mencari inspirasi. Sebuah cermin dipecahkan, lalu gadis modelnya dilihat melalui cermin yang sudah pecah tersebut.

TAMBANG
Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri ...
Artinya : kalau ada penemuan bahan tambang A atau bahan galian B di suatu tempat, maka dapat dipastikan tidak ada potensi bahan tambang C di tempat tersebut. Jadi kalau kita temukan batu, tidak mungkin disitu ada emas.

TEKNIK FISIKA
Bagai kucing dibawakan lidi
Lidi itu kalau digerakkan akan mengeluarkan gelombang ultrasonik yang dapat ditangkap oleh telinga kucing dan membuatnya kurang nyaman sehingga dia akan menghindar. Berdasarkan penemuan ini maka dikembangkan pula alat listrik yang dapat mengusir nyamuk, kecoa dan tikus dari rumah kita. Juga dapat dipakai untuk menginterogasi penjahat yang tidak mau mengaku.

TEKNIK SIPIL (basah)
Bagai air di daun keladi
Artinya : supaya air di saluran irigasi, drainage, sewerage mengalir dengan lancar, maka dasarnya harus dilapisi oleh daun keladi.

TEKNIK SIPIL (struktur)
Bagai bumi dengan langit
Suatu keadaan ideal dimana kita bisa membuat rumah tanpa tiang untuk penyangga atap.

Untuk jurusan yang belum, silahkan cari sendiri. He 19x.

BSet
(Dikirim ke milis ITB74, 18 Juni 2003)
Permanent Link

• 11/17/2006 - Amsal

JBD,

Sekedar ber-kontribusi :

Amsal dari orang dari disiplin MESIN
> Kasih oli pada bagian mesin yang berbunyi <
Ini dari peribahasa Belanda. Mungkin BangSad tahu persis kata-kata Belandanya.
Maksudnya adalah layani dulu orang-orang yang cerewet, biar kita tidak stres mendengar keluhannya.

PUBLISISTIK/KOMUNIKASI
> No news is good news <
Kalau anak kita yang indekost di Bandung tidak menelepon, artinya uangnya masih cukup.
Kalau loper koran langganan tidak datang, bergembiralah. Artinya dunia sedang aman.

GERONTOLOGI
> Menjadi tua adalah kepastian, menjadi dewasa adalah pilihan <
Saya kutip dari bungkus rokok Mild A. Mungkin ciptaan H.M. Sampoerna.

(Masih termasuk amsal gak ya ? Jangan-jangan tidak)

BSet
(Dikirim ke milis ITB74, 17 Juni 2003)
Permanent Link

• 11/17/2006 - Posisi Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia

JBD,
Menurut saya bahasa Arab dan Eropa lebih complicated. Tapi toh bisa jadi bahasa dunia (Inggeris dan Perancis misalnya).

Di Arab panggilan untuk (misalnya) sapi betina dan jantan beda.

Di Bahasa Belanda (mungkin juga Jerman) kata benda bisa didahului oleh kata sandang "het" atau "de". Kabarnya ada hubungannya dengan jantan - betinanya benda itu.

Terus di mereka ada tenses, yang di kita tidak ada.

Plural singular juga. Dll.

Saya kira halangan dari Bahasa Jawa dan Sunda adalah tingkatan bahasa (unggah-ungguh).

Coba saja : kowe, sampeyan, panjenengan (Jawa). (dalam bahasa Indonesia sudah mulai ada pembedaan : kamu - anda)
Atau : cacapluk, dahar, neda, tuang (Sunda).

Dengan mobilitas sosial yang lancar, bisa saja anak tukang beca bisa jadi boss di kantor. Lalu kita pakai bahasa tingkat yang mana ?

Kalau saja kekayaan bahasa daerah (di luar unggah-ungguh) dapat diserap oleh bahasa Indonesia, tentu akan memperkaya bahasa Indonesia. Akan tersedia pilihan kata yang luas untuk mengekspresikan maksud kita.

BSet
(Dikirim ke milis ITB74, 16 September 2003)
Permanent Link

• 11/17/2006 - Kata ganti orang

Seperti yang kita pernah pelajari, kata ganti orang pertama tunggal adalah saya, aku, beta, gua, atau ane. Sedangkan kata ganti orang kedua tungal adalah anda, kamu, engkau, elu atau ente.

Pada waktu kita kecil, kita mungkin memakai nama sendiri untuk kata ganti orang pertama tunggal. Misalnya Wawan berkata : "Mamah, Wawan mau makan." (Kesamaan nama dengan pembaca adalah kebetulan, bukan disengaja).

Tapi orang dewasa ternyata ada juga yang melakukan hal yang sama. Misalnya seseorang bernama Ahmad berkata seperti berikut di tv : "Sebelum longsor terjadi, Pak Ahmad mendengar suara gemuruh datang dari atas sana." Biasanya kasus seperti ini terjadi di Jawa Barat.

Secara umum, lintas daerah, saya perhatikan hal ini banyak terjadi pada wanita. "Sinta sekarang belum ada waktu, tapi nanti malam Sinta bikin laporannya deh Pak. Mohon sabar ya pak."

Untuk kata ganti orang kedua tunggal, di antara kita ada juga yang memakai pola yang sama. Alih-alih memakai kata "anda", seorang office boy berkata : "Pak Bambang ... Pak Bambang mau minum kopi atau teh ?"

Tadinya saya pikir hal ini akan menyulitkan orang asing yang belajar bahasa Indonesia. Ternyata tidak. Ada orang Belanda (yang bakat bahasanya kuat), bicara langsung dengan Pk Gunawan seperti berikut :"Saya mengharapkan sekali Pk Gunawan dapat hadir dalam pesta
kami besok." Sambil menunjuk dengan jempol.

Orang Amerika juga mestinya gampang membiasakan diri, karena kebiasan ini mirip dengan native American, orang Indian. Misalnya, Sitting Horse berkata : "Sitting Horse tidak mau lagi berunding dengan kulit putih. Kulit Putih suka berbohong."

BSet
(Dikirim ke milis ITB74, 7  Januari 2004)
Permanent Link

• 11/17/2006 - Bahasa Empat Negara

Sekitar 20 tahun yang lalu, ada sebuah pertemuan nasional yang membahas Bahasa Indonesia. Pertemuan tesebut dihadiri juga oleh utusan dari negara tetangga, yaitu Singapur, Malaysia dan Brunei. Dalam pertemuan tersebut oleh peserta dari luar Indonesia, dikemukakan gagasan untuk membangun satu bahasa yang merupakan gabungan dari Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu (yang penuturnya ada di tiga negara tersebut di atas). Bahasa baru tersebut diusulkan untuk diberi nama Bahasa Nusantara. Gagasan tersebut ditolak oleh Pak Harto. Mungkin argumen beliau : kalau mau gabung silahkan saja, tapi nama Bahasa Indonesia jangan hilang.

Saya berandai-andai, kalau saja waktu itu gagasan Bahasa Nusantara disetujui dan difasilitasi, maka sekarang penerbitan buku di Indonesia akan lebih marak karena buku kita bisa dijual di negara tetangga yang nota bene pendapatannya jauh lebih tinggi dari Indonesia. Penulis novel seperti Kang Jamal temen kita, akan menerima lebih banyak royalti. Dosen-dosen kita pun akan rajin menulis buku karena bisa dijual di luar negeri dengan harga lebih tinggi. Saya cukup yakin, dengan potensi penulis Indonesia (sastra, teknik, agama, filsafat), kita dapat memperoleh manfaat ekonomi dari mengekspor buku ke Malaysia, Singapur atau Brunei.

Menurut saya, “penggabungan” bahasa ini tidak usah melalui jalur formal. Dengan “pergaulan” yang lebih intim kita bisa membinanya. Tapi faktanya sekarang orang Indonesia cenderung untuk menertawakan orang Malaysia yang berusaha bicara Bahasa Melayu dengan kita, sehingga mereka cenderung memakai bahasa Inggeris. Jadi kita harus mengikis kebiasaan menertawakan ini. Saya pernah mendengar teman tertawa ketika seorang Malaysia mengucapkan yang berikut : Datanglah ke bilikku. / Minta teh limau. /  Apa lucunya ?

Kita punya segudang istilah-istilah bikinan kita sendiri dan menyebutkannya seakan-akan itu diucapkan oleh orang Malaysia : rumah sakit korban laki-laki (rumah sakit bersalin), askar tak berguna (veteran), pasukan bergayut (pasukan payung), setubuh bumi (tiarap). Saya cukup yakin kata-kata itu peninggalan dari jaman Dwikora. Seorang Malaysia yang cukup berumur menegaskan bahwa tidak ada kata-kata itu. Sebaiknya kata-kata itu kita kubur dalam-dalam saja.

Yang bisa saya bayangkan, penggabungan bahasa di empat negara ini dapat terjadi dengan cara (1) menyamakan pola pembentukan istilah, (2) saling pinjam istilah, sehingga padanan kata-kata (sinonim) akan makin banyak, (3) produk media masa (elektronik dan cetak) diedarkan lintas batas negara, (4) bahan bacaan (berbagai jenis) diedarkan juga lintas batas negara. Dengan demikian masyarakat akan makin terbiasa dengan pemakaian kata-kata di tiga negara lain.

Yang saya ketahui lewat pengamatan sendiri, film Indonesia dijajakan oleh Turino Junaedi (produser dan sutradara) di Malaysia. Ada beberapa film hasil kerjasama Iantara Malaysia dan Indonesia. Ada beberapa lagu Indonesia yang populer di Malaysia, atau sebaliknya. Atau, ada musisi Indonesia yang populer disana (Sheila on 7) atau penyanyi Malaysia yang populer di sini (Sheila Madjid dan Siti Nurhalizah). Ada film seri bikinan Singapur yang diputar disini (tapi memakai Bahasa Inggeris). Koran dan majalah belum pernah kelihatan. Buku baru buku komik seri Lat, yang banyak dibicarakan disini. Public speaker dari Malaysia kadang-kadang manggung di Jakarta (termasuk mantan PM Mahathir Muhammad).

Ada satu judul lagu Sheila on 7 yang ditolak Malaysia “Pejantan Tangguh”. Menurut saya itu masuk akal. Dalam Bahasa Indonesia pun kata “pejantan” dipakai untuk sapi, kuda atau anjing yang tugasnya menghamili betina. Jadi, kayaknya lebih relevan kalau istilah ini dipakai dalam buku mengenai peternakan, bukan unuk judul lagu.

Kita, orang teknik, berpotensi untuk memberi kontribusi pada “penggabungan” ini, asalkan kita konsisten dalam pembentukan istilah teknik. Kalau diperlukan istilah baru, Malaysia cenderung untuk mengambil kata dari Bahasa Inggeris, lalu diganti ejaannya (spelling) sehingga lebih mirip dengan lapalnya (pronounciation). Misalnya “agent” menjadi “ejen” (kalau tidak salah ingat). Bisa dicontoh pola Dr Tata Surdia yang saya baca dalam buku tulisannya : Ilmu Logam. Suffix “-ability”, beliau terjemahkan menjadi “keter-“. Jadi, “weldabilty” dia terjemahkan “keter-las-an”, karena “weld” sudah ada terjemahannya yaitu “las”. Kalau kita konsisten dengan pola seperti ini, maka orang luar akan suka mempelajari dan berbicara dalam Bahasa Indonesia.

Anda yang sering keluar masuk Malaysia dapat memberi buah-tangan berupa buku atau majalah pada rekan bisnis Malaysianya. Pulang dari Malaysia, anda dapat membawa oleh-oleh berupa komik Lat. Dengan demikian, kita akan membuat kontribusi untuk membangun saling pengertian dalam bidang bahasa. Kalau Eropa bisa punya satu mata uang, mengapa empat negara ini tidak bisa mempunyai satu bahasa suatu hari nanti.

(Dikirim ke milis IA-ITB, 17 Juli 2006)

Permanent Link

• 11/17/2006 - Near-miss

Saya pertama kali mendengar istilah ini dalam hubungannya dengan urusan penerbangan. Kalau dua pesawat sedang terbang saking dekatnya, hampir tabrakan (tapi tidak), katanya disebut near-miss. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya mengapa istilahnya demikian.

"Near-miss" menurut saya adalah lawan kata dari "miss". Jadi, kalau saya terjemahkan secara bebas :

   miss = meleset
   near-miss = hampir-meleset= tidak meleset
             = kena = tabrakan

Jadi seharusnya "near-miss" itu artinya "tabrakan".

Ada yang bisa bantu ?

(Dikirim ke milis ITB 74, 28 Agustus 2002)
Permanent Link

• 11/17/2006 - Tambal - tampal - tempel

Kalau ban mobil anda bocor di Jakarta, maka yang akan anda lakukan adalah mecari tukang “tambal ban”.

Kalau bocor ban ini terjadinya di Medan, maka yang harus anda cari adalah tukang “tempel ban”. Masuk akal ... karena untuk maksud menanggulangi kebocoran itu ... orang akan “menempelkan” sesuatu pada yang bocor itu.

Lain lagi di Palembang yang secara geografis berada di ANTARA Medan dan Jakarta. Kalau ban mobil anda bocor di Palembang ... anda harus mencari tukang “tampal ban”.

Perhatikan bahwa bunyi “tampal” berada di ANTARA bunyi “tambal” dan “tempel”. Pekerjaannya begitu-begitu juga.

BSet

(Dikirim ke milis ITB74, 29 Mei 2002)
Permanent Link

About Me

Satu Bahasa, Bahasa Indonesia; Banyak Wacana yang Tak Kunjung Selesai; Wacana Bahasa Indonesia

Links

Home
View my profile
Archives
Friends
Email Me
My Blog's RSS

Friends

Page 1 of 1
Last Page | Next Page
Login | Browse Blog Directory | Free Blog Hosting Blogger Team - Start Your Own Blog
Budget Hosting | 3GP | Pakistani Music | Play Free Games Online | Salwar Kameez